DRAMA NATAL : HADIAH TERINDAH DIBALIK LAYAR

 

DRAMA NATAL UNTUK ANAK KELAS BESAR

JUDUL: HADIAH TERINDAH DIBALIK LAYAR

Oleh: Elina Dona, S. Th


Ayat Kunci: Lukas 2:14 & 1 Yohanes 4:11

Durasi: 10–15 menit

Tokoh Pemeran:

  • Rio: Anak kaya, agak sombong, dan sangat kecanduan game HP.
  • Tobi: Sahabat Rio, ceria, ikut-ikutan suka main game.
  • Mimi: Anak pemalu, sederhana, tapi perhatian pada sesama.
  • Sofi: Anak yang aktif, kritis, dan suka mengingatkan teman-temannya.
  • Bimo: Anak panti asuhan yang jujur dan pekerja keras.
  • Ibu Guru Lina: Guru Sekolah Minggu yang sabar dan bijaksana.

 Adegan 1: Lupa Sekitar karena Layar HP

(Latar: Halaman gereja setelah latihan Natal. Rio dan Tobi duduk di bangku, mata menempel pada HP masing-masing. Sofi dan Mimi duduk di dekat mereka.)

Prolog: Shalom... Drama singkat ini dibuat untuk mengingatkan kita agar mengurangi bermain gadget dan mau berbagi di tengah perbedaan sehingga kita mampu menemukan makna Natal sejati. Di suatu ketika, pada saat Perayaan Natal kelahiran Tuhan Yesus sudah semakin dekat, anak-anak Sekolah Minggu mulai sibuk untuk latihan persiapan perayaan Natal.

  • Tobi: (Berteriak heboh) "Rio! Serang dari kiri! Sedikit lagi kita menang nih!"
  • Rio: (Fokus ke HP, pamer) "Tenang, HP baru gue kilat banget refleksnya. Game mahal ini, mana mungkin kalah!"
  • Sofi: (Menghela napas, menutup Alkitabnya) "Kalian berdua dari tadi dipanggil Kak Lina buat rapikan kursi enggak dengar ya? Layar HP terus yang dilihat."
  • Rio: "Ah, santai kali, Sof. Ini event Natal di game cuma ada setahun sekali. Hadiahnya keren-keren!"
  • Mimi: (Bicara pelan) "Tapi... bukannya hadiah Natal yang sebenarnya itu Tuhan Yesus?"
  • Rio: (Terkehdener tertawa) "Aduh Mimi, zaman sekarang kalau Natal enggak dapet kado barang mewah atau item game ya garinglah."

(Bimo masuk membawa kotak berisi hiasan Natal yang agak berat. Ia tidak sengaja tersandung di dekat Rio.)

  • Bimo: "Aduh!" (Kotak terjatuh, beberapa hiasan berserakan)
  • Rio: (Kaget dan marah) "Heh! Hati-hati dong! Kalau HP gue jatuh gimana? Lu bisa ganti rugi enggak?"
  • Bimo: (Menunduk, mengambil hiasan) "Maaf ya, aku enggak sengaja. Tadi berat banget."
  • Mimi: (Langsung berlutut membantu Bimo) "Enggak apa-apa Bimo, mari aku bantu."
  • Sofi: "Rio, kamu kok jahat banget sih? Bimo kan lagi bantu-bantu."
  • Rio: "Biarin aja, lagian siapa suruh lewat depan gue." (Kembali melihat HP-nya)

(Lampu redup)

Usulan Lagu Selingan 1: Seribu Lilin (dinyanyikan oleh seorang Sekolah Minggu. Boleh judul lagunya disesuaikan).

 

Adegan 2: Cermin Hati

(Latar: Ruangan kelas Sekolah Minggu. Ibu Guru Lina berdiri di depan kelas membawa sebuah kotak kado kosong.)

Prolog: “Kesibukan masing-masing anak, tidak terluput dari perhatian Ibu Lina, guru SM yang sedari tadi mengamati tingkah pola setiap anak”

  • Ibu Lina: "Anak-anak, Natal sebentar lagi tiba. Tadi Ibu perhatikan ada yang sibuk main HP sampai enggak peduli sama temannya yang kesusahan. Coba Ibu tanya, apa sih arti Natal buat kalian?"
  • Tobi: "Dapat libur panjang dan main game sepuasnya, Bu!"
  • Rio: "Dapat kado baju baru dan HP baru dari Papa!"
  • Ibu Lina: (Tersenyum hangat) "Kalau menurut Bimo dan Mimi?"
  • Bimo: "Kalau buat saya... Natal itu saat saya ingat kalau saya tidak sendirian. Tuhan Yesus lahir untuk menyayangi anak seperti saya."
  • Mimi: "Natal itu saat kita bisa saling mengasihi dan berbagi, Bu."
  • Ibu Lina: "Tepat sekali. Buka Alkitab kita dari 1 Yohanes 4:11, 'Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.'"
  • Sofi: "Tuh kan, Rio, Tobi! Mengasihi orang lain, bukan mengasihi HP!"
  • Ibu Lina: (Membuka kotak kado kosong) "Rio, HP-mu memang canggih, tapi apakah HP itu bisa memberikan kasih sayang saat kamu sedih? Kalau hati kita cuma diisi game dan kesombongan, hati kita seperti kotak kosong ini. Tidak ada ruang buat Yesus dan sesama."

(Rio terdiam, melihat Bimo yang memakai sepatu lusuh tapi tersenyum tulus bantu-bantu di gereja. Rio merasa bersalah.)

  • Rio: (Pelan) "Maafkan aku ya, Bimo... Tadi aku bentak-bentak kamu. Padahal kamu lagi repot."
  • Bimo: (Tersenyum ramah) "Enggak apa-apa, Rio. Aku udah maafin kok."
  • Tobi: (Simpan HP-nya ke saku) "Aku juga minta maaf ya, suka cuek kalau diajak kerja bakti."

(Lampu redup)

Usulan Lagu Selingan 2: Kasih Itu Murah hati.

Adegan 3: Terang Natal yang Sejati

(Latar: Panggung Natal sederhana. Semua anak berkumpul bersama Ibu Lina, memegang lilin Natal atau hiasan.)

Prolog: Perkataan Ibu Lina, Sang Guru Sekolah Minggu sangat menyentuh hati anak-anak. Anak-anak tersadar bahwa sikap mereka kurang mencerminkan makna Natal yang sesungguhnya.

  • Rio: "Bu Lina, Natal kali ini aku mau kurangi main game. Tabungan kado Natal aku mau dipakai buat beli sepatu baru buat Bimo."
  • Bimo: (Kaget dan terharu) "Wah, serius Rio? Terima kasih banyak ya!"
  • Mimi: "Aku juga mau bagi kue Natal buatan ibuku buat teman-teman di panti asuhan Bimo."
  • Sofi: "Nah, ini baru namanya merayakan Natal bersama!"
  • Ibu Lina: "Ibu bangga sekali sama kalian. Ingat ya anak-anak, damai dan suka cita Natal itu hadir saat kita mau menaruh layar HP kita, melihat sekeliling, dan membagikan kasih Yesus tanpa membeda-bedakan."

(Semua pemain maju ke depan panggung, bergandengan tangan)

  • Sofi: "Seperti tertulis dalam Lukas 2:14!"
  • Semua Tokoh: (Bersama-sama) "'Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.'"
  • Rio: "Selamat Hari Natal semuanya! Lepas gadgetmu, bagikan kasih-Nya!"

(Semua tokoh membungkuk memberi hormat)

Usulan Lagu Penutup: Hai Mari Berhimpun atau We Wish You a Merry Christmas (Semua pemeran bernyanyi bersama jemaat).

 

SEKIAN DAN TERIMAKASIH


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drama Natal Sekolah Minggu Desember 2012

Acara Natal Sekolah

MENGENANG SANG PAHLAWAN KELUARGA - 22 Maret 2016